Posted by : Unknown Tuesday, April 15, 2014

Sebelum aku semakin terlarut dalam rasa bersalahku yang sebenarnya jika dipikir – pikir lagi mungkin hanya sekedar perasaan tidak enak saja terhadap Naomi. Aku segera mengalihkan hal tersebut kepada Melody. Yang bisa dibilang saat ini aku sedang berusaha untuk mendekati dirinya. Aku keluarkan handphone dari dalam tas selendangku, bermaksud untuk mencoba berbincang – bincang dengan Melody melalui sms. Namun, layar handphone sudah menunjukkan adanya 1 pesan masuk yang belum dibaca. Aku segera buka dengan harapan itu adalah Melody yang membalas smsku tadi subuh.

    Aku tidak habis pikir dengan kelakuanku yang sudah diluar akal sehat akhir – akhir ini. Begitu besarnya aku berharap pada Melody hanya untuk sekedar membalas sms dariku, saat waktu yang baru saja lewat 1 menit dari waktu awal aku sms Melody, rasanya hati ini sudah gelisah tidak karuan.

    “Rie, hari ini kamu ada acara engga’? kita bisa ketemu? Aku tunggu di ruangan kelasku ya”.

Begitu senangnya aku ketika aku tahu itu adalah sms dari Melody, dan aku yakinkan bahwa aku tidak sedang bermimpi membaca sms Melody yang intinya dia mengajakku untuk bertemu. Setelah aku tersadar akan satu hal yang lainnya, aku segera melihat rincian pesan tersebut. Pesan sampai pada handphone-ku pukul 08.34 dan sekarang aku lihat pada jam tanganku pukul 09.07 , artinya sudah selama lebih dari 30 menit aku tidak membaca pesan dari Melody ini. Tanpa menunggu lebih lama lagi aku segera bergegas menuju ruangan kelas Melody untuk menghampirinya. Sudah dekat dengan ruangan kelas Melody, aku mendengar beberapa instrument yang sedang dimainkan. Dan begitu aku berdiri didepan pintu ruangan kelas Melody, disana aku melihat anak – anak kelas Melody sedang asyik bernyanyi dan memainkan alat musik gitar. Saat itu secara tidak sengaja aku melihat Melody sedang bernyanyi terpisah dari teman – temannya dengan menggunakan gitar.

“Melody, itu temen lo bukan?”. Kata salah satu teman Melody dengan suara lumayan keras.

Mendengar ada temannya yang memanggil, Melody langsung saja menengok kearah temannya yang kemudian mengalihkan pandangannya dan melihat kearahku.

“Rie, sini masuk”. Ucap Melody.

Tanpa sedikitpun rasa malu, aku masuk kedalam ruangan kelas Melody dan menghampiri Melody.

“maaf ya mel, aku baru aja buka sms dari kamu, jadinya aku telat ke kelas kamu”. Ujarku tersenyum.

“engga’ apa – apa kok Rie. Lagi sibuk engga’ sih kamu sekarang?”. Tanya Melody padaku dengan polos.

“oh engga’ sama sekali kok, ada apa? Mau jalan keluar? Kemana?”. Ucapku dengan penuh keyakinan.

“hei, siapa yang mau ngajak keluar? Ini nih, kamu bisa engga’ ajarin aku satu lagu buat aku nanti nyanyiin di acara BEM kampus. Iseng – iseng sih, kalau bisa menang yang berarti ituu bonusnya”. Ucapnya.

“oh, aku kirain hehehe, ya udah kita coba aja. Kamu suka lagu apa?”. Tanyaku balik padanya.

“Mmm…kamu bisa ajarin lagu JKT48 yang judul lagunya Shonichi? Aku suka banget sama lagu itu”. Ujarnya degan ekspresi wajah yang sedikit memohon.

“oh bisa kok, ya udah kita coba aja ya, sini gitarnya biar aku yang main, dan kamu yang nyanyi supaya fokus”. Ujarku.

“ih, kamu ajarin kunci gitarnya aja sama kamu perhatiin apa menurut kamu suara aku udah bagus”. Ucapnya.

“lho, memangnya kamu bisa main gitar?”. Tanyaku penasaran.

“ya bisa lah, kamu ngeremehin aku? Huh dasar deh”. Ujar Melody dengan wajah yang sedikit cemberut.

“wow, ya maaf aku engga’ tau. Ternyata kamu keren juga ya bisa main gitar juga”. Pujiku lembut.

    Dengan perasaan yang sangat senang aku membimbing Melody untuk belajar lagu milik JKT48, perlahan – lahan suasana pun kian menjadi sangat mengasyikan bagi kita berdua, sesekali kita bercanda dan tertawa dengan lepas. Dan sewaktu aku melihat Melody sedang menyanyikan lagu Tere dengan penuh penghayatan, aku benar – benar telah merasa seperti sudah memiliki hatinya dengan utuh. Khayalanku mulai berkembang menjadi tidak karuan, aku sempat membayangkan seorang yang bernama Melody yang saat ini sedang duduk dihadapanku adalah kekasihku. Saat aku sedang asyik dengan khayalanku itu, tiba – tiba muncul dari hatiku perasaan sayang yang teramat sangat kepada Melody, ketika pada satu titik fokus aku melihat wajahnya yang sedang terbawa dengan nyanyian yang sedang dinyanyikannya. Polos, cantik, putih, baik, ingin sekali aku menjaga seorang putri yang sedang bernyanyi dihadapanku ini, walaupun sebenarnya aku tidak yakin juga apabila aku menyatakan cinta kepada dirinya, aku akan diterima manjadi kekasihnya atau tidak. “impian ada ditengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan... usaha keras itu tak akan mengkhianati ...impian ada ditengah peluh, selalu menunggu agar ia menguncup ... suatu hari pasti sampai harapan terkabul…”

Dan ini sudah jelas bagiku, bahwa aku sudah jatuh cinta kepadanya.“tuhan tolong jaga perasaan ini untuk Melody”.

“hey, kenapa sih kamu ngeliatin aku kayak gitu?”. Tanya Melody padaku.

“oh engga’ apa-apa kok. Kamu udah mulai bisa menghayati lagu, butuh latihan sedikit lagi supaya kamu bisa lebih terlatih”. Ucapku.

Latihan kembali kulanjutkan selama beberapa saat hingga kami memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore.Hari itu menjadi tambah sempurna karena saat diriku mengajukan tawaran untuk mengantarkan Melody pulang kerumahnya ternyata tidak ditolak oleh Melody, dirinya bersedia jika aku mengantarnya pulang sore itu. Moment itu tentu saja tidak aku lewatkan begitu saja, dalam perjalanan menuju rumahnya aku kembali banyak berbincang – bincang dengan dirinya. 15 menit kuhabiskan waktu bersama Melody di perjalanan, dan tidak terasa sudah sampai di rumah Melody. Ini pertama kalinya aku mengetahui dimana rumah Melody. Ternyata rumah Melody berada tidak jauh dari kampus.

“makasih ya Rie udah mau anterin pulang. Dan makasih juga tadi aku udah diajarin 1 lagu buat acara BEM kampus nanti”. Ucapnya ketika turun dari motorku.

“iya Mel, sama – sama, kalau gitu aku langsung pamit aja ya”. Ucapku.

“oh oke. Be carefull Rie”. Katanya dengan senyuman yang manis.

Aku yang sekarang ini  sedang mengalami kasmaran pada salah seorang gadis yang terkenal dikampus. Mimpi apa aku semalam bisa begitu dekat dengan Melody. Padahal untuk urusan tampang, aku termasuk type yang sedang – sedang saja, tidak tampan dan tidak jelek juga. Jika aku benar – benar bisa mendapatkan hati Melody, setidaknya aku akan menjadi orang yang paling beruntung sekampus dan akan membuat hari – hariku kedepan menjadi tidak karuan. Memang aku menjadi semangt jika aku berhasil mendapatkan cinta Melody, setiap hari aku akan bertemu Melody, namun disitu juga terdapat masalah, jika setiap hari aku bertemu Melody maka pikiranku untuk kedepannya akan selalu bertemu Melody lagi, lagi dan lagi. So, bagaimana dengan karierku untuk menjadi penulis terkenal? Bagaimana scenario film yang hendak ingin aku buat? Apakah semua itu akan ada kejelasan? Minimal, salah satu targetku bisa tercapai, kalau memamng Melody tulus bisa mencintai aku, pastinya dia akan mendukung apapun yang akan menjadi pilihan hidupku. Aku support dia sebaliknya dia juga bisa support aku sepenuhnya.
Hari ini aku dihadapkan dengan urusan percintaan yang cukup membuatku pusing. Hari ini aku sudah membuat Naomi merasakan kecewa yang teramat sangat dan disisi lain aku merasakan perasaan cinta yang begitu dalam terhadap Melody. Apakah itu adil untuk aku dan Naomi. Jika ditanya adil atau tidak, aku tidak bisa menilai dari salah satu sisi. Yang sudah pasti adalah bahwa Naomi mencintai aku dan aku mencintai Melody.

Diary

Dalam kebingunganku karena cinta, hal yang terbaik yang masih aku miliki sampai sekarang adalah keperdulian darinya untukku. Setiap saat aku akan aku akan membutuhkan dia untuk terus menjadikan aku lebih baik lagi.


Mataku sangat merah karena semalam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bukan karena nyamuk aku tidak bisa tidur, bukan juga karena mati lampu, bukan karena udara yang panas dan tentunya juga bukan aku seorang insomnia. Melody yang membuat aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bayangan wajahnya yang ketika aku melihatnya selalu saja menggambarkan cantik wajahnya, terlebih lagi jika cantik wajahnya itu ditambah dengan senyuman yang keluar dari bibirnya. Ketika itu aku sudah tidak bisa mengucapkan apa – apa untuk menggambarkan keindahan tersebut. Aku sayang Melody, Aku cinta Melody, Aku rindu Melody. selalu Melody, Melody dan Melody. Dalam ketidakberdayaanku saat ini, aku ingin sekali bisa menjadi seseorang yang berarti untuk Melody, selalu bisa menjaganya, membuatnya nyaman, dan menyayanginya. Aku tidak mau kehilangan Melody, aku harus mengejar cintaku. Aku yang dari awal yang telah membuat pernyataan sendiri tentang cinta, kini sudah dipermainkan oleh cinta. Melody, I Love you.

Semangat dalam diriku kian menggebu – gebu untuk mengungkapkan perasaanku pada Melody.  Kebetulan hari ini adalah hari libur, maka aku akan berkunjung ke rumah Melody dan akan kunyatakan perasaanku padanya. Dengan segala resiko yang sudah harus aku jalani aku mencoba untuk menenangkan hatiku. Jauh sebelum aku mengungkapkan perasaanku didepan Melody, aku sudah tidak bisa mengontrol ketenanganku. Wajah yang gugup, jantung yang berdetak cepat sudah bisa menggambarkan bagaimana kondisiku saat ini. 17 Februari ini akan jadi tanggal yang bersejarah untukku, antara sejarah yang baik dan sejarah yang buruk. Yah, hidup adalah sebuah pilihan dan dalam kehidupan hanya terdapat 2 pilihan, Hidup atau Mati, Ya atau Tidak, baik atau Buruk, termasuk juga dengan jawaban yang akan diberikan oleh Melody nanti antara Terima atau Tolak. Jika pilihan tersebut terdapat lebih dari dua maka itu dipastikan adalah pilihan pada soal – soal ujian pilihan berganda yang rata – rata terdiri dari 4 atau 5 pilihan.

Waktu semakin dekat dengan detik detik untuk aku mengungkapkan perasaan pada Melody. Sudah hampir sampai menuju rumahnya, dan aku sengaja memperlambat laju motorku. Aku benar – benar sudah menjadi orang yang aneh selama aku mengenal cinta dan mengenal Melody. Semakin aku memperlambat kecepatan motorku maka akan semakin lama juga aku bisa bertemu dengan Melody, tapi disisi lain hatiku menginginkan hal itu, mengulur – ulur waktu hingga aku benar – benar menyiapkan mentalku terrlebih dulu. 25 menit berlalu di perjalanan, dan kini aku berada pada rumah sederhana, dengan pagar rumah berwarna kuning dan terdapat mobil yang terparkir di garasi rumahnya. Baru saja aku kemarin datang ke tempat ini, kini aku kembali dengan tujuan yang lain.

“permisi”. Ucapku sambil mengetuk pintu rumah Melody.

3x aku mengetuk pintu rumah Melody, namun tidak ada respon dari dalam rumah tersebut, atau mungkin Melody sedang pergi keluar rumah. Akhirnya sisi lain hati aku sedikit lega karena aku harus menunda untuk mengungkapkan perasaanku pada Melody. Belum jauh aku dari pintu rumah, ada seseorang yang membuka pintu tersebut. Pikiranku yang tadi sempat tenang, kini kembali gugup. Dan benar saja, yang keluar dari rumah tersebut adalah Melody.

“hei Rie, ada apa?”. Tanya Melody padaku.

“oh, aku pikir engga’ ada orang dirumah”. Ucapku gugup.

“kamu kenapa sih? Kok kelihatan gugup gitu?”. Tanya Melody lagi.

Orang yang aku cari – cari kini ada didepan aku, aku masih harus mengumpulkan keberanianku untuk mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku.

“Rie?”. Ucap Melody bingung.

Aku masih saja belum bisa memberanikan diri, dalam pikiranku aku selalu bertanya bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Jangan sampai aku memperlihatkan hal bodoh didepan Melody yang menyebabkan dirinya menjadi ilfeel terhadapku.

“ada apa?”.

“Mmm…boleh aku ngomongin sesuatu yang sifatnya agak privacy?”. Tanyaku bertele – tele.

“privacy? Masalah apa?”. Tanya Melody dengan penasaran.

“Mel, maaf kalau aku sudah lancang sama kamu, tapi aku bingung dengan apa yang aku rasakan sekarang.
 Semenjak pertama kali aku deket sama kamu aku udah ngerasain hal yang beda yang belum pernah aku rasain. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mempunyai perasaan ini begitu cepat, tapi saat kamu engga’ ada disamping aku, aku selalu ngerasa kalau aku butuh banget kamu. Mel, aku cinta kamu. Aku engga’ mau kehilangan kamu. Kamu…mau…jadi seseorang yang special di hati aku?”. Jelasku beserta keringat dingin yang mengucur ditubuhku.

Wajah Melody yang saat pertama kulihat masih terlihat kebingungan karena tidak mengerti maksud kedatanganku ke rumahnya saat ini langsung berubah, kulihat sebentar sebelum aku menundukkan kepalaku kebawah karena malu, wajahnya terlihat seperti orang yang kecewa karena sesuatu, cemberut dan seperti tidak senang aku mengungkapkan perasaaanku kepadanya. Apa boleh buat, aku sudah terlanjur mengatakan hal itu pada Melody, sekalian merasakan malu jika memang nanti aku akan merasakannya, sekalian merasa kecewa jika nanti aku harus merasakannya jika Melody menolakku. 99,9% aku mengira Melody akan menolakku jika dilihat dari ekspresi wajahnya terlihat seperti itu, tapi walaupun peluangku hanya 0,01% aku tetap menaruh harapan yang besar bahwa Melody akan menerima cintaku. Aku baru sadar bahwa sekarang ini aku sedang menembak salah satu cewek popular didepan pintu rumahnya, konyol sih jika kupikir – pikir, apakah tidak ada tempat romantic yang bisa kujadikan tempat untuk aku mengungkapkan perasaanku padanya? Dimanakah taman didekat – dekat sini? Atau minimal aku mengajak Melody makan direstoran dan mengungkapkannya disaat kita sedang makan. Ah, shit. Kenapa ide – ide yang brilliant itu baru terfikirkan ketika aku sudah mengungkapkan perasaanku. Aku memang payah, sudah panik dengan keadaan – keadaan yang justu seharusnya bisa lebih aku control.

“kenapa tiba – tiba mengatakan kalau kamu cinta sama aku?”. Tanya Melody.

“Mm..aku engga’ nemuin alasan dalam hal ini kenapa aku bisa mencintai kamu dengan begitu cepat, yang jelas rasa yang aku miliki ini tulus buat kamu”. Jelasku.

Lagi – lagi Melody kembali terdiam sambil menyandarkan dirinya pada pintu rumahnya. Dengan tatapan mata yang tajam dia menatap mataku. Tidak mengerti apa maksudnya dia menatapku dengan cara seperti itu. Apakah karena aku yang sudah mengungkapkan perasaan kepadanya telah membuat diriku dianggap seperti salah satu orang yang dibencinya. Kenapa cinta harus seperti ini? Kenapa cinta itu selalu dominan dengan hati dan perasaan?. Melody cukup membuatku merasakan tegang karena jawaban yang tidak kunjung diucapkannya. Ketegangan seperti ini pernah kualami, tapi dengan kondisi waktu itu aku sedang menonton pertandingan piala dunia ketika Jerman vs Spanyol dengan kedudukan jerman sudah tertinggal dari spanyol. Jadi jika begitu, apa bedanya cinta dengan ketegangan ketika melihat pertandingan sepak bola? Dan apa persamaan cinta dengan kepuasan ketika team kesayangan kita menang di piala dunia? Aargghh love so complicated. Semua yang ada didunia tidak ada bedanya dengan cinta jika kita sadar akan persamaannya. Lalu siapakah yang menemukan cinta? Dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kekacauan yang sudah terjadi karena cinta? Apakah cinta diciptakan oleh seorang professor gila yang experimentnya telah gagal dan menyebabkan semua orang terkena virus cinta gila? Kalau begitu aku juga sudah termasuk jadi salah satu orang yang gila karena memikirkan pertanyaan – pertanyaan bodoh yang tidak mungkin jawabannya bisa ditemukan memakai akal sehal.

“maaf Rie, aku engga’ bisa jadi pacar kamu”. Jawabnya singkat.

Saat ini jika dalam film – film yang kutonton dalam genre percintaan, selalu saja ada sound effect tentang kekecewaan. Dan si kamera akan meng-close up wajahku dengan penuh rasa kekecewaan. Dan jika disamakan dengan sepak bola, saat ini adalah ketika peluit panjang telah dibunyikan oleh wasih dengan kedudukan jerman kalah 0 – 1 dari Spanyol. Merasakan kekecewaan yang teramat sangat, semua khayalan aku yang sudah terbang tinggi sebelumnya tiba – tiba saja hilang ditelan awan mendung yang akan turun hujan. Mungkin akan menjadi hujan yang sangat deras disertai petir yang menyambar dengan liar, bila perlu aku ingin hujan itu disertai dengan bertiupnya angin topan yang sangat kencang sekali yang mampu membinasakan perasaanku pada Melody.

“tapi kenapa Mel? Apa karena aku tidak pantas untuk mencintai kamu?”. Tanyaku penasaran.

“kamu belum mengenal baik siapa aku dan bagaimana aku”. Jelasnya.

“aku memang belum mengenal baik siapa kamu dan bagaimana kamu, tetapi kita bisa jalani itu kalau…”.

“kamu mungkin bisa jalani itu saat kita sudah berpacaran, tapi aku nggak bisa”. Jelasnya yang memotong pembicaraanku.

“oh, kalau begitu aku minta maaf sama kamu atas tindakanku yang kekanak – kanakan ini. Aku sekarang mengerti, kalau begitu aku pamit pulang dulu Mel. Maaf kalau aku sudah mengganggu waktu istirahat kamu siang hari ini”. Jelasku langsung.

Akupun segera beranjak perlahan – lahan dari depan Melody. Melody yang tanpa berbasa – basi denganku langsung saja masuk menuju rumahnya dan terdengar olehku suara pintu yang sedang dikunci dari arah dalam. Mungkin sekarang dia sudah benci denganku, tidak apa – apalah, paling juga sesampainya dirumah aku akan terkena serangan dilema cinta, seperti yang sudah aku bilang kemaren – kemaren diantaranya nangis 3 hari 3 malam, menimbulkan efek tidak nafsu makan, dan gangguan kejiwaan lainnya.

    Diary

Baru saja aku merasakan kekecewaan yang sangat dalam, entah bagaimana aku bisa mengungkapkannya untuk bisa membuat hatiku merasa tenang, walau begitu aku ingin sekali ini menjadi salah satu motivasiku, namun sepertinya beban ini terlalu sulit untuk aku angkat dan rasakan seorang diri. Aku tidak ingin terjatuh dan hilang begitu saja, karena aku tidak ingin mengecewakan dia yang sebenarnya sudah memberikanku apa yang tidak aku minta, tapi ini cinta, dan aku sedang terbawa oleh suasana hatiku yang sedang kacau. Aku janji……aku janji akan segera bangun dan melupakan kejadian ini untuk dia, tapi tidak sekarang dan secepat itu………..


Syndrome – syndrome yang tidak jelas sudah mulai terlihat dalam keseharianku beberapa hari ini, hanya ingin melamun, berkhayal, tidak ingin keluar kamar, males makan, tidak mood untuk melakukan segala macam aktivitasku termasuk masuk kuliah, karena sudah 2 hari ini semenjak Melody menolak cintaku, keseharianku kini bisa dibilang seperti tanda – tanda orang yang ingin mengalami gangguan jiwa. Tentang film yang ingin aku buat juga, aku masih beum bisa melanjutkannya karena suasana hatiku yang sedang tidak ingin mengerjakan itu. Berarti untuk sekarang ini aku termasuk salah satu orang yang sedang galau. Kata yang sedang trend pada saat masa sekarang ini yang syndromenya tidak pandang siapapun, baik itu seorang rocker, dokter, psikiater, seorang pejabat yang galau karena memikirkan cara yang cepat untuk mendapatkan uang, dan apapun gelarnya baik itu Profesor, Doktor, MM, S.Kom, M.Kom mereka semua sama saja, mereka semua manusia yang mempunyai cinta dan perasaan. Aku sempat mempunyai ide untuk membuat grup di jejaring social dengan nama account galauers, dengan anggota grup semua orang yang sedang galau karena masalah mereka masing – masing dan dari situ juga mungkin aku bisa mendapatkan banyak sekali inspirasi kisah cerita yang bermacam – macam dari cerita yang konyol hingga yang gila.

Aku sudah hampir dibuat putus asa dengan keadaan yang seperti ini, cinta!!! Kenapa semua orang harus memiliki kamu? Lagi – lagi hanya pertanyaan konyol yang aku lontarkan dari otakku. Perasaanku kepada Melody belum bisa aku hilangkan dari hatiku, malah aku ingin memberikan sebuah hadiah untuknya sebagai tanda terima kasih karena membuat aku mempunyai perasaan yang berbeda terhadapnya. Aku memutuskan untuk membelikan Melody sebuah kalung yang terbuat dari emas putih murni dengan bertuliskan nama dia. Uang yang harus kubayar untuk mendapatkan kalung itu adalah Rp. 850.000. harga yang lumayan untukku jika itu akan kuberikan pada seorang yang sudah menolak cintaku. Sebenernya apa yang aku pikirkan ini adalah benar? Apakah orang lain akan melakukan hal yang sama jika mereka menjadi diriku? Mana mungkin? Lebih baik uang sebesar itu mereka simpan untuk mentraktir perempuan lain yang menjadi incaran mereka selanjutnya, karena mereka pikir perempuan tidak hanya ada satu dibelahan bumi ini. Perempuan memang tidak hanya ada satu didunia ini, akan tetapi tuhan telah membuat hati kita hanya cukup untuk menampung satu orang perempuan saja, yaitu cinta sejati kita. Siapa itu? Yang jelas perempuan itu hanya akan terpisahkan oleh kita jika memang waktu kita telah habis didunia.Tapi, mungkin ada juga segelintir orang yang akan melakukan hal yang sama denganku jika posisi mereka sudah dikecewakan oleh seseorang tersebut, bahkan mereka bisa melakukan lebih dari apa yang akulakukan saat ini. Beberapa bulan ini aku mengumpulkan uang untuk membeli kalung itu, aku kesampingkan niatku untuk menekuni belajar scenario film untuk sementara waktu. Semula aku yang lebih mementingkan karier daripada urusan percintaan, kini berubah 1800aku sudah tidak berjalan mengikuti akal sehatku, aku biarkan perasaan sedihku yang menuntunku untuk melakukan ini demi orang yang sangat kucintai yang hatinya tidak akan pernah bisa aku miliki.Ingin sebenarnya tanganku sendiri yang memakaikan kalung ini dilehernya, tapi lagi – lagi jika aku ingin bisa melakukan itu aku hanya bisa membayangkan itu lewat khayalanku saja. Sudahlah, aku berpikir ini akan kulakukan yang terakhir kalinya untuk Melody.

Kutaruh bingkisan kecil itu dikursi dimana dia biasa duduk diruangan kelasnya. Dengan tulisan kecil yang bertuliskan “Melody” pada bingkisan tersebut. Pagi – pagi sekali aku ke kampus dan sudah seperti yang ingin menggantikan kerja satpam yang datang pukul 06.00 . karena aku ingin bersifat sedikit romantis, supaya tidak ada yang melihat satupun aku yang meletakkan bingkisan itu ditempat duduknya. Karena pada pukul 06.30 saja kampus sudah lumayan ramai dengan anak – anak yang sedang internetan menggunakan hotspot kampus. Aku duduk dikelas dengan wajah yang masih mengantuk dan tentunya hati yang masih galau yang aku sendiri tidak akan pernah tau kapan kegalauan ini akan hilang dari hatiku. Aku ambil handphone-ku dari dalam saku celanaku. Aku ketikkan pesan yang bertuliskan -“semoga itu akan menjadi hadiah yang sedikit berarti untukmu” kumasukkan kontak nomor handphone Melody, sebelum aku mengirim pesan itu pada Melody, masih sempat – sempatnya saja aku melamun dan mengharapkan Melody berubah pikiran untuk menerima cintaku. Pikiran bodoh lagi yang selalu aku pikirkan disaat saat seperti ini. Ketekan tombol ok pada handphone-ku, kulihat proses pengiriman pesan itu sedang berjalan dan yang pada akhirnya pesan itu terkirim untuk Melody.

Sekarang apa yang menjadi kesimpulanku selama ini tentang cinta itu beragam. Tapi dari pengalaman yang sudah aku jalani bersama kenangan – kenangan yang mungkin aku buat dengan waktu yang singkat, yang benar dari cinta itu adalah EGOIS. Kenapa aku bisa menyimpulkan hal tersebut? Kenapa tidak? Cinta yang aku tahu itu memiliki rasa ingin memiliki yang besar, dengan kita menembak seseorang dan menjadikannya pacar kita dan tidak ada satupun yang boleh memilikinya lagi, apakah itu tidak egois? Setiap pasangan yang cemburu ketika melihat pasangannya jalan bareng atau yang paling konyol hanya berkomunikasi dengan orang lain bisa menimbulkan rasa cemburu yang besar, kenapa harus seperti itu? Apakah kita sudah mempunyai hubungan keterikatan seperti suami istri? Jika belum, hubungan seperti itu dinamakan apa? Dan hubungan tersebut didasari dengan rasa cinta yang berjenis apa lagi? Jenis cinta sejati, jenis cinta monyet, cinta diri sendiri atau cinta orang lain yang mementingkan diri sendiri? Oleh karena itu banyak orang yang mengatakan sebelum janur kuning melengkung, maka hal tersebut masih bisa diusahakan untuk bisa kita miliki, pernyataan itu menurutku benar, cinta memang tidak bisa dipaksakan dan masing – masing pasangan masih bisa memiliki kesempatan untuk mencari yang terbaik sebelum janur kuning itu melengkung. Dan kenapa jika pasangan itu marah jika merasa ada orang lain yang lebih baik darinya? Harusnya yang ada mereka instropeksi diri tentang apa yang kurang dari diri mereka masing – masing, hikmahnya mereka tidak jadi melakukan hubungan percintaan yang dilandasi rasa yang kurang nyaman yang mungkin pasangan kita merasakan hal itu. Belajar dewasa untuk bisa menerima sesuatu, bukan berfikir seperti anak kecil yang apabila mempunyai keinginan harus selalu dituruti. Aku ingin membalikan persepsi mengenai cinta yang egois, agar semua orang bisa menikmati cinta tanpa harus merasakan sakit hati dan kecewa karena 5 huruf tersebut.

Diary
Hatiku kecewa karena seseorang, aku jatuh dan susah untuk berdiri kembali, tegar seperti pertama kali aku belum mengenal seseorang yang membuatku seperti ini. Sedang berada dimanakah aku kini? Dengan kegelapan disekelilingku tanpa ada batasan ruang. Aku butuh dia untuk mengembalikanku pada kenyataanku. Aku cinta dia, aku tidak mau kehilangan dia, aku membutuhkan dia. Terima kasih yang sebesar – besarnya kuucapkan untuk dia yang kini ada dihadapanku.


    Sangat indah jika orang – orang yang kita sayangi selalu ada disamping kita untuk memberikan kasih sayangnya, terutama jika kita mendapatkan kasih sayang tersebut dari pasangan kita sendiri. Kita bisa menjadi orang yang paling EGOIS untuk bisa mendapatkan cinta dan sebuah kasih sayang dari orang yang kita sayangi. Terkadang air matapun keluar untuk itu. Namun aku tetap saja tidak mengerti akan hal itu, kenapa semua itu harus dilakukan? Apakah mempunyai sifat yang egois itu merupakan sebuah kewajiban untuk mendapatkan cinta? Aku berfikir sejenak, dan setalah aku bisa memastikan itu, aku rasa sebuah cinta tidak membutuhkan sebuah keegoisan. Semua orang mengerti akan hal itu, tapi apakah semua orang juga bisa mengerti egois seperti apa yang aku maksud demi untuk mendapatkan sebuah cinta? Banyak dari orang – orang tidak akan pernah menyadari apa yang telah dilakukannya demi sebuah cinta, Dan tidak akan pernah sadar egois yang seperti apa yang selalu mereka lakukan demi cinta. Mengertilah tentang bagaimana cinta diberikan kepada diri kita masing – masing, cinta dari seorang kekasih, cinta dari seorang keluarga, dari sahabat dan dari manapun cinta itu berasal. Menangislah jika itu perlu kalian lakukan untuk mendapatkan cinta. Aku ingin bangkit dari jatuhku untuk kembali tersenyum pada orang – orang disekelilingku dan orang yang aku anggap special yang sudah ada dalam kehidupanku saat ini. “…dan tentang cinta yang mengalir di sekelilingku…aku yakin…ini yang terbaik untukku dan cintaku…” penggalan puisi yang aku tulis yang belum sempat aku lanjutkan. Aku masih tertuju pada kalimat puisi ini dengan seribu pertanyaan di otakku. Aku pikir semua akan berpendapat seperti itu jika ditanya tentang cinta. Banyak yang mengartikan cinta itu indah, tapi seindah apa? Banyak juga yang mengartikan bahwa cinta itu adalah kewajiban yang harus dimiliki setiap orang, tapi untuk apa? Dan banyak juga yang berpendapat bahwa cinta itu menyakitkan, tapi sesakit apa? Biarkan cinta itu datang dan pergi sesuka mereka, jangan paksakan cinta itu datang dan pergi sesuka kita, karena itu yang akan menjadi boomerang bagi kita dan akan menjadikan kita merasa tersakiti oleh cinta. Tetapi, untuk apa kita menyalahkan cinta jika memang semuanya berawal dari cinta dan berakhir untuk cinta? Untuk apa sakit hati jika pada akhirnya kita akan kembali pada cinta? Belajarlah dari cinta yang senantiasa memberi tanpa pernah meminta. berfikirlah dari cinta yang senantiasa mengerti. Perlahan – lahan aku menutup mata ini dan mencoba kembali membuka mata ini dengan harapan akan ada cinta yang lain yang lebih baik yang akan datang untuk menjemput hatiku. Aku tidak ingin membenci cinta, karena menurutku untuk apa membenci cinta jika pada akhirnya akan berakhir untuk sebuah cinta yang kita tidak akan pernah tahu darimana dan kapan datangnya cinta ituhadir, hanya demi untuk memberi sebuah senyuman kecil untuk seseorang yang memberikan kita sebuah cinta. Dan satu hal lagi yang aku mengerti tentang cinta, ternyata cinta bukan tentang harus memiliki sebuah kesempurnaan, namun bagaimana cinta itu dimiliki dengan sempurna.

    Bagaimana kabar scenario film yang sedng aku buat? Aku harus melanjutkan scenario film yang sempat tertunda, bagaimanapun kondisi hatiku sekarang yang jelas scenario ini harus selesai dan harus menjadi sebuah film. “...Cinta, bagaimana kita bisa menyikapi itu. Jika tidak berani merasakan sakit karena cinta, lebih baik mati tanpa pernah mengenal cinta...” Motivasi nggak jelas, tapi yang jelas skenario film milikku harus jadi !!
 
The End...





Rie

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Translate

Copyright © TeamBeby_IND | Template: Robotic Notes | Powered by: Blogger | Designed by: Johanes Djogan | Adapted for Need by: QueenDanceJKT48 #J