Posted by : Unknown Thursday, July 3, 2014




Halooo para pecinta Film dan terutama Fans JKT48, kali ini gue mau coba Review Film VIVA JKT48 yang udah tayang serempak di tanggal 5 JUNI 2014 lalu, So Check it out Guys.

Awi Suryadi salah seorang sutradara yang cukup ternama di indonesia kali ini diberi tantangan untuk membuat salah satu Film dari Idol Group Indonesia, yaitu JKT48. Film ini merupakan film ke-13 Awi Suryadi selama berkiprah di dunia perfilman Indonesia setelah sebelumnya sang sutradara merampungkan Film Street Society.

Oke, yang pertama mengenai genre yang diusung di Film VIVA JKT48 ini adalah “DRAMA KOMEDI”. Disini setelah gue lihat sendiri filmnya, Drama Komedi yang diusung di Film VIVA JKT ini bisa gue bilang sangat sangat sangat ringan sekali, kalo bisa pake ditambahin kata “BANGET” dibelakangnya bakalan gue tambahin deh nih. Kenapa begitu? Karena yang gue lihat sepanjang film ini hanya mengandalkan “KOMEDI SLAPSTICK” tanpa ditunjang dengan cerita yang kuat. Apa itu komedi slapstick? Komedi slapstick adalah jenis komedi yang mengandalkan adegan lucu dengan gerak badan/gesture tubuh. Contohnya : ketika salah seorang wota bertemu member di lawson secara tidak sengaja, dia gugup kemudian berlari menuju apartemen untuk memberitahu 2 teman wota lainnya, atau saat “babe” pegawai lawson ingin membersihkan lawson dipagi hari tapi masih mendapati beberapa member tidur didalam lawson. Dan slapstick itu pun hanya terdapat di awal film hingga kurang lebih di menit 30’.


Waduuuh, maaf ya kalo di review pertama udah kurang menyenangkan. Tapi gue coba se-objective mungkin me-review film VIVA JKT48 ini, karena sebenernya gue sendiri suka sama JKT48.

Lanjut review dibagian kedua, disini gue akan membahas mengenai cerita/alur cerita yang disuguhkan di Film VIVA JKT48. Dan lagi-lagi gue harus mengungkapkan rasa kecewa gue. Seperti gue bilang diawal, cerita yang diangkat di film ini sangatlah ringan. Dengan premis “member JKT48 yang ingin merebut kembali theater JKT48 dari miss Kejora”.  Ada beberapa bagian di film ini yang konfliknya entah secara sengaja atau tidak “SENGAJA DI ADA-ADAIN” jadi singkatnya, di Film ini konflik itu gampang banget muncul, dan gampang banget selesai! Yang paling gue sorot adalah ketika member udah dapet uang untuk konser, mendadak ingin disumbangkan buat anak takeshi-san, namun pada akhirnya uang itu nggak jadi dipake. Please deh, kayak nggak ada konflik lain aja! Ini Cuma konflik tempelan yang “emang sengaja di ada-adain” kenapa gue bilang gitu, karena dari awal kita nggak pernah secara langsung dikasih lihat anak takeshi-san yang sakit dan tiba-tiba dibelakang cerita mendadak muncul dengan kondisi yang udah parah. Kalau emang ini mau di jadiin subplot, harusnya dari awal anak takeshi-san harus dimunculkan, dan diperlihatkan juga bagaimana perjuangan takeshi-san merawat anaknya. Bukan Cuma diperlihatkan dengan dialog kalo anak takeshi-san sakit dan hanya “suara anak kecil nangis”. Kemudian alur film ini juga gue bilang jomplang, hanya menarik di 30 menit awal, dan lagi-lagi gue harus bilang ini terbantu dengan pemeran tambahan dari para “stand up comedy” yang ambil bagian di film ini. Cara penyelesaian masalah yang diperlihatkan di film ini terlalu bertele-tele, jadinya draging parah dan itu yang membuat gue ngerasa “bosen” banget selama nonton film ini. Nggak ada something yang buat greget disetiap PLOT ceritanya.



Fyuh....

Yang ketiga gue akan coba bahas sedikit mengenai akting para member dalam Film Viva JKT48 ini. Secara keseluruhan sih akting para member udah cukup bagus, terutama Shanju yang basicly waktu kecil dia emang udah sering main ftv. Tapi kredit tersendiri harus gue kasih ke Yupi. Yang gue lihat akting yupi ini mungkin nggak sebagus Shanju atau nabilah, tapi gue nilai akting Yupi yang kelihatan paling Natural diantara yang lain J dan gue harus menyorot Achan nih, beberapa kali saat ada di frame beberapa detik sebelum di CUT, achan kelihatan senyum-senyum nahan ketawa, padahal itu lagi di scene yang serius. Yang gue inget banget terutama waktu scene dirumah takeshi-san. Kalo kalian perhatiin detail, beberapa detik sebelum frame kamera pindah, achan sempet senyum-senyum nahan ketawa. Huuuh, tapi ya nggak apalah, mungkin itu luput dari editingnya. Kalo dilihat secara sepintas nggak ketauan memang, tapi kalo kalian detail pasti kelihatan achan lagi senyum-senyum nahan kayak yang nahan ketawa. Tapi biar bagaimanapun apresiasi tersendiri harus diberikan ke semua member yang udah berusaha untuk beradu akting di film perdana mereka.

Jujur gue sangat kecewa dengan film VIVA JKT48 ini, entah kesalahan ini ada dimana gue nggak tau. Namun dari kabar yang gue terima juga dari sumber yang bisa dipercaya, Film ini kurang laku dipasaran. Film ini hanya ditonton kurang dari 100.000 penonton. Yang artinya, pihak PH pun mengalami kerugian besar. Dengan pengerjaan Film hanya 13 Hari, sebenernya wajar aja kalau Film ini jadi terlihat kurang maksimal, dan kalau gue boleh berpendapat, VIVA JKT48 ini bisa lebih dibilang adalah FTV+ bila dilihat dari karakteristik cerita dan prosesnya, bukan murni Film. Dan itu juga terbukti belum ada satu bulan di bioskop, Film ini udah turun karena kurangnya minat dari masyarakat.

Overall, jujur gue kecewa banget sama Film ini. Harusnya seorang Awi Suryadi bisa membuat Film ini bisa lebih greget, karena kabarnya film ini juga akan tayang dibeberapa negara tetangga juga. So, mungkin segini review yang bisa gue kasih untuk film VIVA JKT48, tapi yang paling penting keep support  Oshi kalian ya guys.





By : Rie

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Translate

Copyright © TeamBeby_IND | Template: Robotic Notes | Powered by: Blogger | Designed by: Johanes Djogan | Adapted for Need by: QueenDanceJKT48 #J